KEKUATAN DOA TETAPLAH NO SATU WALAU ZAMAN TELAH DIGITAL
Arti dan Kekuatan Doa Menurut Islam
Manusia berusaha biarlah Tuhan yang menentukan, demikian ungkapan yang seringkali kita dengar tentang makna dari tawakal. Untuk kebaikan bagi manusia dalam menjalani kehidupan di dunia dan kelak di akherat, kita semua –sebagai manusia- diperintahkan untuk senantiasa berserah diri atau bertawakal.
Di balik sikap berserah diri manusia wajib berdoa dan berusaha saat memiliki tujuan atau rencana yang tengah ditargetkan. Dengan berdoa dan berusaha, setiap manusia akan melewati tantangan, rintangan yang pada akhirnya akan mendapatkan kebahagiaan.
Allah menegaskan di dalam Alquran surat Albaqarah ayat 186 tentang bentuk ikhtiar yang sangat dianjurkan; berdoa.
Allah menegaskan di dalam Alquran surat Albaqarah ayat 186 tentang bentuk ikhtiar yang sangat dianjurkan; berdoa.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ” (QS. Albaqarah: 186)
Ayat di atas menegaskan bahwa Allah swt. Berada sangat dekat dengan hamba-Nya dan menyaksikan sekaligus mengabulkan setiap permohonan doa dari hambanya yang shaleh.
Ayat di atas menegaskan bahwa Allah swt. Berada sangat dekat dengan hamba-Nya dan menyaksikan sekaligus mengabulkan setiap permohonan doa dari hambanya yang shaleh.
👉👉 IKTIAR DARI DOA
Arti Doa
Secara harfiah, doa berarti memohon, doa pun identik dengan kata lain; dakwah. Sehingga doa bisa juga berarti mengajak atau mengundang agar datang. Doa yang berarti permohonan mekanismenya melakukan permohonan langsung kepada Allah swt agar diberikan kebaikan, keberkahan, kemudahan, kesehatan dan jalan keluar dari kesulitan dan lain-lain.
Sementara doa yang berarti mengundang hadir atau mengajak dilakukan dengan caara menghadirkan arti-arti sifat Allah swt. yang berjumlah 99 (asmaul husna) di setiap perilaku kita sehari-hari. Hal ini dijelaskan dalam Alquran, surat Al-A’raf: 180.
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf: 180)
Kekuatan Doa
Doa yang dilakukan dengan baik dan benar maka pemohonnya akan memiliki kekuatan serta daya ubah yang sangat luar biasa. Sebuah hadits menyebutkan, “Tidak ada yang mampu mengubah takdir selain berdoa dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali kebaikan.”
Maka setiap doa yang baik akan senantiasa dikabulkan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam sebuah hadits, “Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa kepada Allah, yang mana doanya tidak diarahkan kepada kemaksiatan atau perbuatan dosa dan memutus tali famili, kecuali Allah akan mengabulkannya.”
Doa terbagi menjadi 3 pengabulan, antara lain.
- 👉👉 RAHASIA SUKSESES
- Doa seorang hamba akan langsung dikabulkan oleh Allah (BACA: 12 Waktu Mustajab untuk Berdoa),
- Doa akan ditunda oleh Allah yang kemudian akan Allah kabulkan di lain waktu atau nanti di Akherat,
- Doa akan diganti oleh Allah swt. dengan hal lain yang menurut Allah lebih baik semisal; terhindar dari bencana (karena sesuatu yang menurut manusia baik belum tentu baik bagi Allah swt).
- telah disampaikan oleh Imam Syaukani dalam kitabnya yang bertajuk Tuhfatuz Dzakkirin menyebutkan bahwa do’a merupakan inti dari ibadadah maka akan tidak lengkap jika ibadah tanpa do’a. Perumpamaan ibadah tanpa do’a bagaikan buah tanpa isi atau seperti jasad yang tidak memiliki otak yang waras.Manfaat do’a dalam diri setiap muslim sangat besar. Hal ini sesuai dengan apa yang dalam hadis sebutkan berikut ini :”Doa itu adalah otak ibadah”. (HR. Bukhari). Otak adalah sarinya, intinya, dan yang paling berarti dari sesuatu itu (ibadah).Do’a mempunyai artian membaca, meminta dan memohon pertolongan. Terkadang juga diartikan dengan membaca saja. Do’a menurut istilah ialah memohon sesuatu terhadap Allah Swt. Keterangan dalam Al- Qur’an , kata do’a dan kata- kata jadiannya(musytaq) itu digunakan dalam 13 makna yang berbeda- beda.Diantaranya adalah membaca, berdo’a, meminta kepada Allah Swt, mengajak, memanggil, memohon pertolongan, beribadah dan lain sebagainya.
- Terdapat banyak sekali manfaat yang akan didapatkan diri seorang muslim apabila ia senantiasa memanjatkan do’a kepada yang Maha Kuasa. Karea do’a merupakan sebuah bentuk pengakuan diri akan kelemahan dan ketidak berdayaan diri. Dengan berdo’a Kita menyadari bahwa yang memberi kuasa dan Maha Kuasa adalah Allah Swt.Oleh karena itu Allah menyuruh Kita untuk senantiasa berdo’a kepadanya karena setiap do’a apapun yang dipanjatkan pasti akan diikabulkan.Sesuai dengan keterangan dalam salah satu firmannya : Ud’uni Astajib lakum yang artinya berdo’alah kepadaku memohonlah kepadaku niscaya Aku (Allah Swt) akan mengabulkannya.Orang yang tidak sama sekali tidak mau berdo’a termasuk kedalam orang- orang yang takabur ( sombong) karena tidak menempatkan Allah Swt sebagai penentu segala sesuatu. ( QS al- Mu’minun [40]:60). Rasulullah SAW bersabda, “Allah Swt sangat murka terhadap orang yang tidak mau berdo’a kepada-Nya”, (HR Ibnu Majah).Betapa buruknya seorang manusia jika ia memalingkan diri dari meminta kepadan-Nya. Padahal, kesombongan hanyalah milik Allah Swt, perhiasan dan kebesaran Allah Swt. Sungguh tidaklah patut bagi seseorang yang lemah dan hina menyombongkan diri di hadapan Allah Swt dengan tidak mau berdo’







Komentar
Posting Komentar