ĎASYATNYA SHOLAWAT
Keutamaan Shalawt Nabi
Keutamaan Shalawt Nabi
Keutamaan Shalawat Nabi
Dari Sayyidina Abdullah bin Mas’ud R.a, bahwa Rasulullah S.a.w bersabda:
“Sesungguhnya manusia yang paling utama denganku pada hari kiamat ialah yang paling banyak bershalawat ke atasku.” (HR Tirmidzi).
Orang yang bershalawat atas Nabi S.a.w tidak akan pernah rugi dan akan menuai kebahagiaan dan keberuntungan yang sangat besar di dunia dan di akhirat. Rasulullah S.a.w bersabda; “Shalawat kalian kepadaku itu merupakan pengawal bagi doa kalian, perolehan keridhaan Tuhan kalian, dan pembersih amal-amal kalian.”. (Diriwayatkan oleh Al-Dailamy R.a dari Sayyidina Ali K.w).
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا
Dari Abu Huraihah R.a, dari Rasulullah S.a.w, Beliau bersabda; “Barang siapa bershalawat kepadaku satu kali, niscaya Allah bershalawat kepadanya (melimpahkan rahmat) sepuluh kali.”. (HR Muslim).
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرَ صَلَوَاتٍ وَحُطَّتْ عَنْهُ عَشَرَ خَطِيْئَاتٍ، وَرُفِعَتْ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ
“Siapa yang (membaca) shalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya (merahmatinya) sepuluh kali dan dihapuskan baginya sepuluh kesalahan serta diangkat untuknya sepuluh derajat”. (Shahih An-Nasa’i)
👉👉👉info terbaru
Setiap do’a akan melalui suatu hijab di langit, ketika dibacakan shalawat kepada Nabi S.a.w maka terbukalah hijab itu dan naiklah do’a itu, tanpa shalawat atas Nabi, maka do’a itu akan tetap tertahan, terpantul dan takkan terkabul, sebagaimana diriwayatkan dari Sayyidina Anas bin Malik R.a, dari Nabi S.a.w; “Tidak satu doa pun kecuali antara do’a itu dan langit terdapat suatu hijab, sehingga dibacakan shalawat kepada Nabi S.a.w. Kalau dibacakan shalawat kepada Nabi S.a.w, maka terkoyaklah hijab itu dan masuklah doa itu. Dan bila tidak dibacakan shalawat, maka kembalilah doanya.”.
Sayyidina Umar bin Khatthab R.a, ia berkata; “Innad du’aa-a mauquufun bainas samaa-i wal ardhi laa yash‘adu minhu syai-un ĥattaa tushallii ‘alaa Nabiyyika”, (Sesungguhnya do’a itu terhenti di antara langit dan bumi, sedikit pun tak bisa naik, sehingga engkau bershalawat atas Nabi-mu).
Demikianlah, doa tidak akan dikabulkan tanpa shalawat atas Sayyidina Rasulullah Nabi Muhammad S.a.w. dan Keluarga Beliau S.a.w. Tanpa diiringi shalawat, do’a tergantung di awang-awang.
👉👉IHTIAR PELUNAS HUTANG
👉👉IHTIAR PELUNAS HUTANG
Penghapus Dosa, Duka dan Penggapai Cita-cita
Suatu ketika sahabat Ubay bin Ka’ab R.a berkata: “Wahai Rasulullah, saya akan menjadikan seluruh waktuku untuk bershalawat kepadamu“, maka Rasulullah S.a.w bersabda: “Karena itu, seluruh dosa-dosamu akan diampuni dan semua kesedihanmu akan dihilangkan (yakni tercukupi semua kebutuhan dan diberi jalan keluar atas segala masalah). (HR Tirmidzi 2457. Hasan Shahih).
Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, dari ayahnya Radhiyallahu anhuma, beliau berkata:
قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِنِّي أُكْثِرُ الصَّلاَةَ عَلَيْكَ فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلاَتِيْ؟ فَقَالَ: مَا شِئْتَ، قُلْتُ: الرُّبُعَ، قَالَ: مَا شِئْتَ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ، قُلْتُ: النِّصْفَ؟ قَالَ: مَا شِئْتَ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ، قُلْتُ: فَالثُّلُثَيْنِ، قَالَ: مَا شِئْتَ، فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ، قُلْتُ: أَجْعَلْ لَكَ صَلاَتِيْ كُلَّهَا. قَالَ: إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ.
“Aku bertanya: ‘Wahai Rasulullah, aku hendak memperbanyak shalawat kepadamu, berapa banyakkah aku harus bershalawat kepadamu?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Berapa saja sekehendakmu.’ Aku katakan: ‘Seperempat?’ Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Terserah engkau, dan jika engkau menambahnya, maka itu adalah suatu kebaikan bagimu.’ Aku katakan: ‘Setengah?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Terserah engkau, dan jika engkau menambahnya, maka itu adalah sebuah kebaikan bagimu.’ Aku katakan: ‘Dua pertiga?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Terserah engkau, dan jika engkau menambahnya, maka itu adalah sebuah kebaikan bagimu.’ Aku kata-kan: ‘Aku akan menjadikan shalawat kepadamu seluruhnya.’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Jika demikian, maka semua keinginanmu terpenuhi, dan dosamu akan diampuni.’”
Di antara hal yang dapat kita fahami dari hadits ini bahwa siapa yang memperbanyak shalawat kepada Allah, di mana dia lebih mementingkannya daripada do’a untuk dirinya sendiri, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memenuhi semua keinginannya yang berhubungan dengan masalah dunia atau akhirat, dan dosanya pun akan diampuni.
Telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ubay bin Ka’ab Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Seseorang berkata: ‘Wahai Rasulullah, bagaimana menurutmu jika aku menggantikan semua do’aku dengan shalawat?’
Beliau menjawab: ‘Jika demikian, maka semua keinginanmu akan dipenuhi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik keinginan dunia atau akhirat.’”
Al-Imam ath-Thaibi ketika menjelaskan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Jika demikian, maka semua keinginanmu akan dipenuhi,” beliau berkata: “Maknanya adalah semua keinginan dunia dan akhiratmu akan terpenuhi, karena bershalawat kepada beliau mencakup berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus penghormatan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga merupakan sebuah pengorbanan hak diri sendiri dengan tulus dari hati mereka. Sungguh sebuah amal mulia yang keluar dari hati yang agung dan merupakan sebuah amal yang memiliki akibat yang terpuji.
Kisah ini merupakan penggalan ceramah Syeikh Husna Syarif, ulama besar di Mesir. Ada seorang yang terbelit hutang, hidup dalam tumpukan hutang di tengah kubangan kemiskinan. Padahal dulunya dia kaya raya, lalu jatuh bangkrut sehingga mempunyai hutang yang teramat besar.
Setiap hari, rumahnya penuh orang yang menagih hutang hingga pada suatu saat ia pergi ke tempat salah seorang saudagar kaya. Sudah bukan cerita baru, kedatangannya untuk meminjam uang pula. Ia meminjam uang sebanyak 500 dinar. Saking terkenal banyak hutang, sampai-sampai saudagar ini bertanya, "kira-kira kapan anda akan melunasi pinjaman ini?" "Minggu depan tuan", jawabnya singkat.
Pada akhirnya, ia pulang dengan 500 dinar di genggamannya. Jumlah segitu ia bayarkan kepada orang-orang yang setiap hari datang menagih hutang dan dari 500 dinar yang ia peroleh itu tidak tersisa sama sekali.
Hari demi hari ia kondisi ekonominya bertambah sulit dan terpuruk hingga tempo pembayaran hutangnya pun telah tiba. Saudagar itu pun mendatangi rumah si miskin itu dan mengatakan, "tempo hutang anda telah tiba". Si miskin dengan suara lirih menjawab, "demi Allah saya sudah tak punya apa-apa".
Saudagar tersebut merasa geram kepada si miskin dan mengadukannya ke pengadilan. Setibanya di pengadilan, hakim bertanya, "mengapa anda tidak membayar hutang anda?" Lagi-lagi si miskin menjawab, "demi Allah saya tak punya apa-apa, tuan".
Karena merasa ini adalah kesalahan si miskin, hakim memvonisnya dengan hukuman penjara sampai ia bisa melunasi hutangnya. Kemudian si miskin bangkit dan berkata, "wahai tuan hakim, berilah saya waktu untuk hari ini saja. Saya hendak pulang ke rumah untuk berjumpa keluarga dan mengabarkan hukuman ini sekalian berpamitan dengan mereka, baru kemudian saya akan kembali untuk dipenjara".
Kepada pria miskin itu, Hakim mengatakan, "bagaimana mungkin, apa jaminanmu bakal kembali besok, sementara aku telah memvonismu hukuman penjara?"
Lelaki itu terdiam, tapi seolah mendapat ilham di benaknya, lalu berkata lirih, "Rasulullah saw jaminanku, wahai tuan hakim, bersaksilah untukku jika besok aku tidak datang, maka aku bukanlah termasuk umat Rasulullah saw".
Si hakim tersentak diam dan tersentuh hatinya, ia sadar betapa agungnya Rasulullah saw. Kemudian si hakim menunda hukuman penjara untuknya hingga esok hari.
Sesampainya di rumah, si miskin menghabarkan kondisinya kepada sang istri, bahwa besok dia akan dipenjara. Lalu istrinya bertanya,"suamiku, kenapa mengapa sekarang engkau bebas?" Aku menaruh nama Rasulullah saw sebagai jaminanku", begitu jawab suaminya.
Mata istrinya pun berkaca-kaca dan air matanya menetes sembari berkata pada suaminya, "selama Rasulullah masih menjadi jaminan bagimu, maka mari kita bershalawat". Dan mereka pun bershalawat kepada Rasulullah saw dengan rasa cinta yang mendalam.
Sampai akhirnya mereka tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi melihat Rasulullah SAW memanggil, "Hai fulan, jika besok telah terbit fajar maka pergilah ke tempat ulama fulan dan sampaikan kepadanya bahwa aku menitipkan salam untuknya dan suruh ia menyelesaikan hutang-hutangmu. Jika ulama itu tidak percaya, sampaikan 2 bukti ini".
Kemudian si miskin itu bertanya, "apa 2 bukti itu wahai Rasulullah? Rasul saw menjawab, "katakan padanya bahwa di malam pertama ia sudah membaca shalawat untukku 1000 x dan di malam terakhir dia telah ragu dalam jumlah bilangan shalawat yang dibacanya. Sampaikan padanya bahwa ia telah menyempurnakan shalawatnya".
Seketika si miskin terbangun dan pada pagi harinya ia pergi menuju si ulama fulan dan berjumpa dengannya. Tanpa buang waktu si miskin menyampaikan apa yang ia lihat dalam mimpinya. Wahai tuan ulama, Rasulullah saw telah menitipkan salam untuk anda dan meminta Anda agar menyelesaikan hutang-hutangku.
Sang ulama bertanya, "apa bukti dari kebenaran mimpimu itu tentang yang anda sampaikan?"
Si miskin itu menyampaikan kedua bukti sebagaimana yang dikatakan Rasulallah SAW dalam mimpinya, "di malam pertama Anda telah bershalawat kepada Rasulullah saw sebanyak 1000 x dan di malam kedua anda ragu dengan jumlah bilangan shalawat yang telah Anda baca. Rasulullah saw mengatakan bahwa hitungan shalawat anda telah sempurna, dan shalawat Anda telah diterima oleh Rasulallah saw".
Mendengar hal itu, spontan ulama itu menangis karena berita gembira shalawatnya diterima Rasulallah SAW. Ulama tersebut memberi uang 500 dinar dari baitul mal untuk melunasi hutang si miskin dan 2500 dinar dari harta pribadinya untuk si miskin sebagai tanda terima kasih atas berita gembira yang disampaikan.
Tidak berapa lama kemudian, si miskin bergegas pergi ke hakim untuk menyelesaikan perkaranya. Sesampainya di tempat hakim, tiba-tiba si hakim bergerak ke arah si miskin seolah ia rindu ingin melihatnya dan memanggilnya seraya berucap:
"Kemarilah, berkat Anda aku mimpi berjumpa Rasulullah SAW. Rasulullah saw telah berpesan kepadaku bahwa jika aku menyelesaikan hutangmu maka kelak Rasulullah saw akan menyelesaikan perkaraku di akhirat. Ini uang 500 dinar untuk melunasi hutang-hutang Anda".
"Kemarilah, berkat Anda aku mimpi berjumpa Rasulullah SAW. Rasulullah saw telah berpesan kepadaku bahwa jika aku menyelesaikan hutangmu maka kelak Rasulullah saw akan menyelesaikan perkaraku di akhirat. Ini uang 500 dinar untuk melunasi hutang-hutang Anda".
Belum sampai selesai dia bicara, tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu. Ketika dibuka, ternyata saudagar penagih hutang yang datang. Dia langsung memeluk si miskin dan menciumnya sembari berucap:
"Berkat Anda saya mimpi berjumpa Rasulullah saw. Beliau berkata padaku jika aku merelakan hutangmu maka kelak di hari kiamat Rasulullah saw akan merelakan segala tanggunganku dan ini uang 500 dinar hadiah untuk Anda dan hutang Anda saya anggap sudah lunas".
👉👉👉👉IHTIAR PELUNAS HUTANG
Semoga Kisah di bawah Ini ada manfaatnya untuk kita semua………
Syeikh Husna Syarif, seorang ulama besar di Mesir bercerita tentang seorang yang terbelit banyak hutang di tengah kubangan kemiskinannya.
Dulunya dia adalah orang yang sangat kaya raya namun jatuh bangkrut sampai terbelit hutang sana sini.
Setiap hari, rumahnya penuh dengan orang yang menagih hutang.
Akhirnya ia terpaksa pergi menjumpai seorang saudagar kaya dan meminjam uang sebanyak 500 dinar.
Saking terkenalnya dia sudah banyak hutang sampai-sampai saudagar ini bertanya,
Dulunya dia adalah orang yang sangat kaya raya namun jatuh bangkrut sampai terbelit hutang sana sini.
Setiap hari, rumahnya penuh dengan orang yang menagih hutang.
Akhirnya ia terpaksa pergi menjumpai seorang saudagar kaya dan meminjam uang sebanyak 500 dinar.
Saking terkenalnya dia sudah banyak hutang sampai-sampai saudagar ini bertanya,
*”Kira-kira kapan anda akan melunasi pinjaman ini ?*
*”Minggu depan tuan.” jawabnya singkat.*
Ia pun berhasil meminjam hutang lalu pulang dengan 500 dinar di genggamannya.
Uang itu segera dia bayarkan kepada orang-orang yang setiap hari datang menagih hutang kepadanya sampai 500 dinar yang ia peroleh itu tidak tersisa sama sekali.
Hari demi hari ia bertambah sulit dan terpuruk kondisi ekonominya hingga tempo pembayaran hutangnya pun tiba.
Saudagar mendatangi rumah si miskin dan mengatakan,
Ia pun berhasil meminjam hutang lalu pulang dengan 500 dinar di genggamannya.
Uang itu segera dia bayarkan kepada orang-orang yang setiap hari datang menagih hutang kepadanya sampai 500 dinar yang ia peroleh itu tidak tersisa sama sekali.
Hari demi hari ia bertambah sulit dan terpuruk kondisi ekonominya hingga tempo pembayaran hutangnya pun tiba.
Saudagar mendatangi rumah si miskin dan mengatakan,
*”Tempo hutang anda telah tiba.”*
Dengan suara lirih dia menjawab,
Dengan suara lirih dia menjawab,
*”Demi Allah saya sedang tak berhasil mendapatkan apa-apa untuk membayar. Tapi sungguh saya terus berusaha untuk melunasi.”*
Saudagar merasa geram lalu mengadukannya ke pengadilan, dan membawanya ke hakim.
Di pengadilan, Hakim bertanya:
*”Mengapa anda tidak membayar hutang anda ?”*
Dia menjawab,
Saudagar merasa geram lalu mengadukannya ke pengadilan, dan membawanya ke hakim.
Di pengadilan, Hakim bertanya:
*”Mengapa anda tidak membayar hutang anda ?”*
Dia menjawab,
*”Demi Allah saya tidak memiliki apa-apa tuan.”*
Karena merasa ini adalah kesalahan si miskin maka hakim memvonisnya dengan hukuman penjara sampai ia bisa melunasi hutangnya.
Kemudian si miskin bangkit dan berkata :
Karena merasa ini adalah kesalahan si miskin maka hakim memvonisnya dengan hukuman penjara sampai ia bisa melunasi hutangnya.
Kemudian si miskin bangkit dan berkata :
*”Wahai tuan Hakim, berilah saya waktu untuk hari ini saja.* *”Saya hendak pulang ke rumah untuk berjumpa keluarga dan mengabarkan hukuman ini sekalian berpamitan dengan mereka, kemudian saya akan langsung kembali untuk menjalani hukuman penjara.*
Hakim: *”Bagaimanamungkin, apa jaminannya kau akan kembali besok ?*
Lelaki itu terdiam, tapi seolah mendapat ilham di benaknya. *””Rasulullah SAW jaminanku, wahai tuan hakim,* *bersaksilah untukku jika besok aku tidak kembali maka aku bukanlah termasuk umat Rasulullah SAW.”*
Sang Hakim tersentak diam, ia sadar betapa bahayanya jaminan itu jika si miskin bohong.
Hakim berfikir sejenak lalu memilih untuk percaya demi Rasulullah SAW. Hukuman pun ditunda sampai besok.
Sesampainya di rumah, si miskin mengabarkan kondisinya kepada istrinya bahwa esok akan dipenjara.
Istrinya bertanya : *”Kok sekarang engkau bisa bebas ?*
*”Aku menaruh nama Rasulullah SAW sebagai jaminanku.”*
Air hangat menetes dari mata istrinya seraya ia berkata pada suaminya;
Hakim: *”Bagaimanamungkin, apa jaminannya kau akan kembali besok ?*
Lelaki itu terdiam, tapi seolah mendapat ilham di benaknya. *””Rasulullah SAW jaminanku, wahai tuan hakim,* *bersaksilah untukku jika besok aku tidak kembali maka aku bukanlah termasuk umat Rasulullah SAW.”*
Sang Hakim tersentak diam, ia sadar betapa bahayanya jaminan itu jika si miskin bohong.
Hakim berfikir sejenak lalu memilih untuk percaya demi Rasulullah SAW. Hukuman pun ditunda sampai besok.
Sesampainya di rumah, si miskin mengabarkan kondisinya kepada istrinya bahwa esok akan dipenjara.
Istrinya bertanya : *”Kok sekarang engkau bisa bebas ?*
*”Aku menaruh nama Rasulullah SAW sebagai jaminanku.”*
Air hangat menetes dari mata istrinya seraya ia berkata pada suaminya;
*”Jika nama Rasulullah SAWyang menjadi jaminan bagimu maka mari kita bershalawat.*
Dan mereka pun bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan rasa cinta dan ketulusan yang mendalam hingga mereka tertidur.
*Tiba-tiba dalam tidurnya mereka bermimpi melihat Rasulullah SAW.* *Beliau memanggil nama si miskin seraya berkata,:*
*”Hai fulan jika telah terbit fajar pergilah ke tempat Alim fulan.*
Dan mereka pun bershalawat kepada Rasulullah SAW dengan rasa cinta dan ketulusan yang mendalam hingga mereka tertidur.
*Tiba-tiba dalam tidurnya mereka bermimpi melihat Rasulullah SAW.* *Beliau memanggil nama si miskin seraya berkata,:*
*”Hai fulan jika telah terbit fajar pergilah ke tempat Alim fulan.*
*Sampaikan salamku padanya dan mintalah supaya ia menyelesaikan hutang piutangmu.*
*Jika Alim itu tidak percaya maka sampaikan 2 bukti ini;*
*”Katakan padanya bahwa dimalam pertama ia sudah membaca shalawat untukku 1000 kali, dan dimalam terakhir dia telah ragu dalam jumlah bilangan shalawat yang dibacanya.*
*Sampaikan padanya bahwa ia telah menyempurnakan shalawatnya.*
Seketika si miskin terbangun dan terkejut.
*Sampaikan padanya bahwa ia telah menyempurnakan shalawatnya.*
Seketika si miskin terbangun dan terkejut.
Tanpa ragu setelah subuh ia pergi menuju rumah sang Alim dan berjumpa dengannya. Tanpa buang waktu si miskin menyampaikan mimpinya,
*”Wahai tuan, Rasulullah SAW telah menitipkan salam untukmu dan meminta agar engkau sudi menyelesaikan hutang piutangku.”*
Alim bertanya,
Alim bertanya,
*”Apa bukti dari kebenaran mimpimu itu ?”*
*”Kata baginda Nabi, di malam pertama engkau telah bershalawat sebanyak 1000 x dan dimalam kedua anda tertidur dalam keadaan ragu dengan jumlah bilangan shalawat yang telah anda baca.*
*”Kata baginda Nabi, di malam pertama engkau telah bershalawat sebanyak 1000 x dan dimalam kedua anda tertidur dalam keadaan ragu dengan jumlah bilangan shalawat yang telah anda baca.*
*Rasulullah SAW mengatakan bahwa hitungan shalawat anda telah sempurna, dan shalawat anda telah diterima olehnya.”*
Mendengar itu, Alim itu spontan menangis karena berita gembira shalawatnya diterima Rasulallah SAW.
*Maka alim tersebut memberi uang 500 dinar*
Mendengar itu, Alim itu spontan menangis karena berita gembira shalawatnya diterima Rasulallah SAW.
*Maka alim tersebut memberi uang 500 dinar*
*dari baitul mal untuk melunasi hutang si miskin dan 2500 dari harta pribadinya untuk si miskin sebagai tanda terima kasih atas berita gembira yang disampaikan.*
Dengan dana itu si miskin langsung bergegas pergi ke Hakim untuk menyelesaikan perkaranya.
Sesampainya di pengadilan, si Hakim bangkit dari kursinya menyambut si miskin seakan sudah rindu.
Dengan senyum lebar sang Hakim memanggilnya seraya berkata:
*”Kemarilah, berkat kamu aku mimpi berjumpa Rasulullah SAW.”*
Dengan dana itu si miskin langsung bergegas pergi ke Hakim untuk menyelesaikan perkaranya.
Sesampainya di pengadilan, si Hakim bangkit dari kursinya menyambut si miskin seakan sudah rindu.
Dengan senyum lebar sang Hakim memanggilnya seraya berkata:
*”Kemarilah, berkat kamu aku mimpi berjumpa Rasulullah SAW.”*
*Rasulullah SAW telah berpesan kepadaku bahwa jika aku menyelesaikan hutangmu maka kelak Rasulullah SAW akan menyelesaikan perkaraku di akhirat. Ini uang 500 dinar untuk lunasi hutang-hutangmu”.*
Belum juga Hakim selesai bicara, tiba-tiba pintu ada yang mengetuk.
Belum juga Hakim selesai bicara, tiba-tiba pintu ada yang mengetuk.
Ketika dibuka, ternyata saudagar penagih hutang.
Dia langsung memeluk si miskin dan menciumnya sembari berucap,
*”Berkat anda saya mimpi berjumpa Rasulullah*.
*”Berkat anda saya mimpi berjumpa Rasulullah*.
*Beliau berkata padaku jika aku merelakan hutangmu maka kelak di hari kiamat,Rasulullah SAW akan merelakan segala tanggunganku dan ini uang 500 dinar hadiah untuk anda dan hutangmu lunas”.*
*”Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bersalawat kepada Nabi (Muhammad S.A.W) maka wahai orang-orang yang beriman bersalawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya.”*
*”Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bersalawat kepada Nabi (Muhammad S.A.W) maka wahai orang-orang yang beriman bersalawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya.”*
(Al Ahzab;56)
Semoga kisah diatas menambah kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW sebagai kekasih dan Rosul Allah SAW..
اللّهمّ صلّ و سلّم و بارك على سيّدنا محمّد و على آل سيّدنا محمّد
Semoga Bermanfaat
Semoga kisah diatas menambah kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW sebagai kekasih dan Rosul Allah SAW..
اللّهمّ صلّ و سلّم و بارك على سيّدنا محمّد و على آل سيّدنا محمّد
Semoga Bermanfaat








Komentar
Posting Komentar